The Blogging of Ramirez 951

Subtitle

Blog

Pakaian Adat Jawa yang Wajib Diketahui

Posted by [email protected] on
Jawa ialah salah satu etnis yang paling mendominasi di negara kepulauan Indonesia. Mayoritas etnis Jawa ini tidak hanya berada di Pulau Jawa saja, tetapi juga tersebar di berjenis-jenis wilayah. Oleh karena itu, banyak sekali tempat yang mengadopsi tradisi Jawa walaupun bukan berada di Pulau Jawa. Termasuk tradisi baju adat Jawa yang tak akan luntur oleh zaman. Baju ini banyak dibagai dalam beraneka aktivitas, seperti acara formal.

Ada beraneka variasi pakaian adat di Jawa, dari mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Salah satu baju adat dari Jawa yang paling populer adalah kebaya. Kebaya ini merupakan pakaian blus, tunik, atau berupa atasan tradisional yang diaplikasikan oleh wanita. Baju ini biasanya terbuat dari kain ataupun bahan brukat yang dikombinasikan dengan bawahan kain batik, songket, maupun sarung.

Sebenarnya kata kebaya berasal dari bahasa arab yakni abaya yang berarti pakaian. Tapi, ada sumber yang membeberkan bahwa kebaya yakni pakaian yang dibawa dari China kemudian mengalami akulturasi saat sampai di tanah Jawa. Pada zaman dahulu kebaya merupakan lambang aristokrasi untuk membedakan antara wanita ningrat dan rakyat jelata. Melainkan ketika ini kebaya dipakai untuk seluruh orang untuk dikenakan dalam acara khusus.


Baju adat berikutnya merupakan jawi jangkep. Sekiranya tadi kebaya adalah pakaian adat Jawa untuk perempuan, jawi jangkep ini dikhususkan untuk para pria. Pakaian ini telah sah menjadi baju adat provinsi Jawa Tengah yang asalnya dari Keraton Surakarta. Ada beberapa perlengkapan dalam memakai Jawi Jangkep ini ialah dari yang paling atas adalah blankon atau destar, atasan dengan komponen belakang dibuat lebih pendek sebagai tempat keris, kain bawahan, timang, setagen, keris, dan selop untuk alas kaki.

Pakaian Jawa selanjutnya bernama surjan, pakaian ini dipakai untuk kaum pria, dimana berupa teladan atasan yang mempunyai kerah tegak. Surjan lazimnya terbuat dari kain dengan motif lurik atau floral. Kata surjan ini juga mempunyai arti menjadi manusia ialah singkatan dari suraksa-janma. Melainkan, ada juga yang mengartikan surjan dengan gabungan dari kata siro dan jan yang berarti pelita.

https://takterlihat.com/ pada mulanya juga sebagai baju seorang ningrat atau abdi keraton. Pakaian ini ada dari zaman kerajaan Mataram Islam yang disajikan pertama kali oleh Sunan Kali jaga. Surjan juga sering disebut dengan baju taqwa dimana pada bajunya terdapat makna religius.

Pakaian adat Jawa yang terakhir ialah batik. Berasal dari kata amba yang artinya lebar padahal thik yang berarti titik. Batik merupakan kain yang digambar di kain yang lebar dengan menggabungkan spot-titik sehingga menjadi motif yang cantik. Dikala ini baju batik sungguh-sungguh populer dan disesuaikan dengan perkembangan fashion.

Categories: None